Jumat, 08 Mei 2020

Preview Kayu Lapis



Kayu lapis atau sering disebut plywood adalah sejenis papan pabrikan (panel) yang terdiri dari lembaran kayu (veneer kayu) yang direkatkan menggunakan lem. Kayu lapis merupakan salah satu produk kayu olahan yang banyak dijumpai di indonesia mulai dari ketebalan 2,4 mm hingga 30 mm dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda. Lembaran kayu yang tipis (veneer) direkatkan bersama dengan arah serat atau urat kayu (grain) yang diatur sedemikian rupa untuk menciptakan hasil yang lebih kuat; biasanya saling bersilangan (90°) antar lapisan yang berdekatan. Lapisan-lapisan ini umumnya disusun dalam jumlah ganjil untuk mencegah terjadinya lengkungan (warping) dan menciptakan konstruksi yang seimbang pada panel finish good. Lembaran veneer yang direkatkan biasanya berjumlah ganjil (3, 5, 7, 11, dsb) sehingga sering disebut dengan istilah triplex atau multiplex. Namun ada sejumlah kayu lapis yang diproduksi dengan jumlah papan veneer yang genap (4 atau 6 lembar) seperti yang dibuat dari jenis soft wood.

Sejarah

 

Dalam catatan sejarah, cikal bakal munculnya kayu lapis terjadi di Mesir sekitar tahun 1500 S.M. Saat itu orang-orang Mesir telah membuat papan veneer untuk menghiasi perabot rumah tangga mereka. Selanjutnya disusul bangsa Yunani dan Romawi yang mengembangkan alat pemotong papan veneer (Haygreen dan Bowyer, 1993). Pada perkembangannya, industri kayu lapis dimulai setelah tahun 1930 yang ditandai dengan penggunaan kempa panas dan perekat resin sintetis sebagai perkembangan teknik yang memainkan peranan penting pada pertumbuhan awal industri kayu lapis.


Perkembangan industri kayu lapis dimulai setelah tahun 1930-an yang ditandai dengan penggunaan kempa panas dari Eropa dan perekat resin sintetis sebagai perkembangan teknis yang memainkan peranan penting pada pertumbuhan awal industri kayu lapis. Pada tahun 1972 di Amerika Serikat ada sekitar 600 perusahaan pembuat kayu lapis dan vinir yang telah mampu mengekspor kayu lapis sebesar US$ 3 milyar (Haygreen dan Bowyer, 1993). Di Indonesia sendiri, perkembangan industri kayu lapis terjadi sekitar tahun 1980-an semenjak diberlakukannya larangan ekspor kayu bulat oleh pemerintah. Pada tahun tersebut kondisi hutan di Indonesia masih sangat mendukung perkembangan industri kayu lapis, keterseduaan log-log kayu berdiameter besar dan silindris yang berasal dari hutan alam sebagai syarat utama bahan baku dalam pembuatan kayu lapis masih cukup melimpah.

 

Lain halnya dengan sekarang, kondisi hutan alam sudah tidak mampu lagi mensuplai kayu berdiamater besar, hal ini berdampak pada terancamnya keberadaan industri kayu lapis yang ada. Ketersediaan bahan baku berkualitas dari hutan alam semakin menurun, telah membuat para ahli dan pelaku industri kayu lapis mulai berpikir mengenai efisiensi dan regulasi terhadap bahan baku (log) untuk membuat kayu lapis.

 

Saat ini, kayu lapis merupakan salah satu dari sepuluh komoditas utama ekspor Indonesia. Dari seluruh produk hasil hutan yang diekspor Indonesia, kayu lapis mengambil porsi yang paling besar dibandingkan komoditas lainnya. Nilai ekspor kayu lapis pun terus meningkat dari tahun ke tahun.


Kelebihan

 

Berikut beberapa kelebihan dan keuntungan penggunaan kayu lapis jika dibandingkan dengan jenis papan kayu lain, yaitu :

  • Kembang susut yang sering terjadi pada papan kayu tidak mudah terjadi pada kayu lapis, karena memiliki stabilitas dimensi yang lebih baik.

  • Memungkinkan untuk diproses dalam bentuk lembaran – lembaran papan yang berukuran besar.

  • Memungkinkan untuk diaplikasikan menjadi lembaran – lembaran berbentuk kurva lengkung.

  • Bobot yang ringan menjadikan kayu lapis mudah diaplikasikan untuk produksi barang – barang tertentu.

  • Tidak mudah retak dan patah.

 

Penggunaan

 

Berikut beberapa penggunaan dari kayu lapis:

  • Konstruksi bangunan

  1. Paneling: penyekat ruang, pintu, jendela

  2. Bahan pelapis

  3. Lantai

  4. Sidding: dinding

  5. Plyform

  • Konstruksi alat-alat transportasi

  1. Pesawat terbang: pelapis dinding bagian dalam

  2. Kereta api: atap, lantai, dinding

  3. Truk dan trailer: body

demikian sekilas penjelasan terkait dengan kayu lapis (plywood), tulisan berikutnya akan lebih dalam mengupas terkait proses pembuatan kayu lapis (plywood) mulai dari log kayu hingga barang jadi (panel).

 

sekian, semoga bermanfaat


Tidak ada komentar:

Posting Komentar